STOCKHOLM - Sebuah studi menunjukkan bahwa orang-orang Denmark yang mengalami kegemukan atau obesitas di usia 20 tahun memiliki resiko meninggal delapan tahun lebih dulu dibanding mereka yang tidak kegemukan.
Penelitian tersebut, yang dipresentasikan pada Kongres Obesitas International di Stockholm, juga mengindikasikan jika obesitas biasanya berkembang sebelum usia penderita mencapai 20 tahun.
Lebih dari 5.000 wajib militer mengambil bagian dalam studi ini, mulai dari umur 20 sampai 80 tahun. Sekitar 2.000 responden telah mengalami kegemukan ketika mengikuti riset ini.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko kematian prematur pada penderita obesitas meningkat 10 persen untuk setiap titik, melebihi level sehat dari 25 poin indeks massa tubuh (BMI). Indeks massa tubuh digunakan untuk menentukan lemak tubuh seseorang melalui perhitungan tinggi dan berat badan.
"Pada usia 70 tahun, 70 persen pria di kelompok lain dan 50 persen dari mereka dalam kelompok obesitas masih hidup. Dan kami memperkirakan bahwa dari usia menengah, penderita kegemukan kemungkinan meninggal delapan tahun lebih awal daripada mereka yang berada di kelompok lain," kata Esther Zimmermann dari Copenhagen University Hospital, seperti dikutip melalui Straits Times, Rabu (14/7/2010).
Zimmerman, yang memimpin tim peneliti di rumah sakit Institute of Preventive Medicine, mengatakan penelitian mencatat pengaruh merokok, tahun kelahiran, dan pendidikan tetapi tidak faktor-faktor lain, seperti penyakit keturunan. Penelitian itu tidak termasuk wanita, tetapi mereka megatakan temuan tersebut juga dibuat dalam studi serupa.
Tahun lalu, sebuah studi di Amerika yang diterbitkan dalam jurnal medis BMJ mengatakan jika obesitas mampu mengurangi kemungkinan para wanita mencapai usia 80 tahun dalam keadaan yang sehat. Para peneliti menemukan, untuk setiap kenaikan satu titik pada indeks massa tubuh wanita memiliki kesempatan lebih rendah 12 persen untuk menjalani usia 70 tahun dalam kesehatan yang baik.
Sebuah penelitian Inggris yang diterbitkan di Lancet pada tahun 2009 menemukan bahwa orang dengan indeks massa tubuh 30-35 memiliki resiko meninggal tiga tahun lebih awal dari biasanya, sementara orang-orang yang gemuk, dengan indeks di atas 40, mati sekitar satu dekade lebih dulu.
okezone.com
Read Full Article...>>>
Kamis, 23 September 2010
Riset: Obesitas Percepat Kematian
Minggu, 21 Juni 2009
Is Dieting Right for You?
Dieting is the practice of ingesting food in a regulated fashion to achieve or maintain a controlled weight. In many cases, the ultimate goal of women who wants to go on a diet is to lose weight. Diets can generally promote weight loss and they are divided in many categories like low fat, low carbohydrate, low calorie, and very low calorie.
Women normally watch their food intake and healthy habits, but more than a third of the women’s population is already overweight, and the importance of getting fit and healthy is getting critical. One way to get fit is to adopt a healthy lifestyle and diet. But with all the diets, exercise crazes, and other activities out there, it is very difficult to find the perfect diet to utilize. No exact diet will work for everyone. You need to find the diet that fits your personality and needs. What you need to do is just choose a diet that you know can be a big part of your lifestyle. Do not trust diets that promise fast weight loss without any effort and do not trust diets that promise results without exercise and changes in your eating behavior.
Your Lifestyle and the Diet Options
The diet that suits you most is the one that suits your lifestyle. If you are sedentary, you should select the diet that put an emphasis on exercise. If you are constantly craving sweets, try the Carbohydrate Addict diet. If you are into body building, you can try the Targeted Ketogenic Diet or the Cycling Ketogenic Diet. If you have a blood sugar problem and any other cholesterol problem, try the Dr. Atkins diet. There are many types of diets out there and you should choose the one that will be most convenient to you.
Choosing the Diet
When it comes to choosing the right diet, there are some simple reminders and tips that you should follow.
* Try the Metabolic Typing Diet if you are unsure whether you should choose the diet that is lower or higher in carbohydrates.
* If you are looking for a low fat diet that is predominantly vegetarian, choose the Macrobiotic Diet. This diet can prevent hormonal related cancer like breast cancer.
* If you are having problems with your digestion, sinuses, and breathing, you should do the detox diet. You will feel a lot healthier, and you can experience the juice fasting method.
* Choose a low carbohydrate diet if you have blood sugar problems. The Zone diet is a low carb diet that includes essential fatty acids and plenty of antioxidant-rich fruits and vegetables.
* Try the Alkaline Diet if you feel uncomfortable on high protein diet. This will help in counterbalancing the effects of diets will lots of protein, caffeine, sugar, processed and junk foods and grains.
* If you have a liking for Indian food, try the Ayurvedic diet.
* If you have any food allergies and sensitivities, a simple three-week elimination and challenge diet will help you identify all of them.
* If you have irritable bowel movement syndrome or any inflammatory bowel disease, diverticulitis, Crohn’s disease, or any small intestine bacterial overgrowth, you can try the Specific Carbohydrate Diet.
by: James Pendergraft
Read Full Article...>>>
Senin, 15 Juni 2009
Turunkan Berat Badan Tanpa Rasa Lapar
JANGAN bangga dengan badan gemuk. Dahulu banyak orang mengatakan kalau gemuk sangat berarti makmur. Sebenarnya, obesitas atau kegemukan bisa menyebabkan berbagai macam penyakit.
Penelitian terbaru yang dilaporkan pada pertemuan para ahli saluran pencernaan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa wanita yang berbadan gemuk memiliki risiko terkena kanker usus besar 4 kali lebih besar daripada wanita berbadan normal. Sebuah penelitian baru yang dilakukan di Australia dengan mengambil sampel 109 wanita over weight dan...
33 wanita yang memiliki berat badan normal untuk di-test fungsi jantung dan strukturnya menghasilkan; berat badan semakin meningkat maka otot jantung akan semakin menebal. Itu artinya, berat badan bisa mengakibatkan jantung tidak dapat berkontraksi dan berelaksasi secara normal. Selain itu, masih banyak penyakit yang timbul akibat obesitas seperti problem persendian, masalah dengan kesehatan jantung, hipertensi, diabetes meditus, gangguan hormonal dan masih banyak yang lainnya.
Diet? Tapi pertanyaan berikutnya apakah Anda siap dengan cara-cara diet seperti yang biasanya. Banyaknya makanan yang harus dihindari dan ditambah dengan porsi yang semakin mnyusut membuat pelaku diet seringkali merasakan tidak mendapatkan manfaat positif melainkan hanya rasa lapar. Alhasil, tak jarang orang menyerah diet karena program tersebut dirasa sangat menyiksa. So, bagaimana caranya? Berikut beberapa tip yang bisa kamu coba untuk melakukan program diet tanpa perlu merasa kelaparan:
Lupakan kalori
Ingatlah bahwa kalori yang berbeda akan dibakar secara berbeda pula di dalam tubuh kita. Sering kali hanya lemak yang diperhatikan dalam diet untuk kalori rendah. Beberapa bukti menunjukkan bahwa ketika kalori yang dimakan sama, individu yang mengonsumsi lemak paling banyak sebenarnya kehilangan lebih banyak berat badan. Lagi pula, efek makanan terhadap selera akan menentukan berat badan dan kemampuan makan. Kunci untuk bisa menurunkan berat badan dalam jangka panjang adalah tidak berkonsentrasi pada jumlah yang Anda makan, tetapi kualitas makanannya.
Perbanyak makanan kaya protein
Protein bisa memuaskan nafsu makan lebih dari karbohidrat atau lemak. Oleh karena itu, makanan yang banyak mengandung protein dan memuaskan selera makan. Karena itu, konsumsi makanan kaya protein harus dikurangi. Makanan berprotein tinggi seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Utamakan makanan dengan Indeks Glisemik (GI) rendak
GI atau Glisemik Indeks merupakan ukuran seberapa cepat makanan melepaskan gula ke dalam saluran darah. Semakin tinggi jumlah GI dalam makanan, semakin rendah kepuasan yang di dapat. Dari 20 penelitian yang pernah dipublikasikan antara tahun 1997 hingga 1999, 16 penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan GI rendah dapat memberikan kepuasan yang didapatkan dari makan dan mengurangi rasa lapar sesudahnya. Selain kentang makanan kaya protein yang juga memiliki jumlah GI sangat rendah adalah kacang-kacangan, miju-miju, dan sebagian besar buah dan sayuran.
Jangan lupa sarapan
Selain sebagai sumber energi pada pagi hari, sarapan bagi kebanyakan orang dijadikan sebagai pencegah makan terlalu banyak pada siang hari. Fenomena ini dipelajari dalam riset yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrision. Studi menunjukkan jika kita makan lebih banyak pada malam hari, rata-rata memakan lebih banyak kalori daripada kita makan porsi besar untuk sarapan paginya. Jadi, pastikan Anda sarapan pada pagi hari agar mempunyai nafsu makan yang alami.
Jangan makan terlalu berlebihan
Tidak segampang yang dibayangkan, untuk mengontrol berapa banyak makanan yang sudah masuk ke dalam perut saat kita lapar. Meskipun masih merasa lapar, Anda bisa mensiasati dengan makan di antara waktu makan. Sedikit mengonsumsi kacang-kacangan atau buah-buahan pada siang atau sore hari dapat dipercaya membuat kita makan lebih sehat pada jam-jam makan. Perlu Anda ketahui makan secara teratur memiliki hubungan dengan rendahnya tingkat insulin (hormon yang bisa menstimulasi produksi lemak dalam tubuh).
Anda harus mengunyah
Kedengarannya sepele. Tapi disadari atau tidak, mengunyah sering dilupakan terutama oleh kaum laki-laki saat mereka makan. Dengan berbagai alasan mereka membiarkan makanan yang masih kasar masuk ke dalam saluran pencernaan. Selain mempermudah makanan diproses dalam saluran pencernaan, pada program diet, mengunyah dan makan lebih lambat bisa membuat Anda tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan. Idealnya, makan harus dikunyah merata sebelum ditelan. Dengan ini Anda tidak akan terburu-buru bahkan bisa membuat Anda tidak menyentuh sisa makanan benar-benar dikunyah dan ditelan.
Pastikan diet ideal Anda
Berdasarkan hasil penelitian psikologis, setiap orang memiliki tingkat ketangkasan metabolisme yang berbeda-beda. Misalnya, sebagian memiilki metabolisme yang sangat bagus terhadap lemak, sedangkan lainnya memiliki metabolisme yang prima terhadap karbihidrat. Dengan hal ini, diharapkan bisa menemukan diet yang paling ideal untuk Anda sendiri.
http://www.okezone.com
Read Full Article...>>>