DEPOK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran virus flu singapura dengan menjaga kebersihan dan mengonsumsi makanan bergizi.
Imbauan ini terkait mewabahnya
penyakit tersebut di Perumahan Bella Cassa, dimana delapan balita menjadi korbannya.
Sebab itu, Dinkes Depok mengunjungi para korban flu Singapura ini sekaligus mengadakan dialog dalam upaya pencegahan virus yang menyebabkan mulut balita sariawan yang mirip jamuran, dan bintik-bintik merah di sekujur tubuh.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinkes Depok Ani Rubiani yang memimpin rombongan mengungkapkan, dari hasil kunjungan diduga virus itu terbawa oleh salah satu anggota keluarga korban yang sering pergi ke Singapura.
"Diketahui kalau ayah Sifa sering ke Singapura yang dalam sebulan bisa dua kali," ujar Ani saat mengunjungi balita korban flu Singapura di Perumahan Bella Cassa, Depok, Senin (13/4/2009).
Meski demikian, kata dia, Dinkes belum bisa memastikan asal-muasal virus ini mewabah di Depok, karena memang faktor lingkungan dan mobilisasi masyarakat sangat berperan dalam penyebaran penyakit ini. "Kita juga akan melihat dan mempelajari hasil pemeriksaan laboratorium RS Hermina yang menangani kedepalan balita korban flu Singapura itu," imbuh Ani.
Dia juga mengimbau, warga untuk meningkatkan serapan kalori dan protein sehingga anak memiliki daya tahan tubuh yang kuat. "Jangan capek, minum vitamin dan konsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan masing-masing," papar Ani.
Menurutnya, penyakit ini tidak membahayakan keselamatan jiwa balita, sebab setelah sepuluh hari akan sembuh dengan sendirinya. "Tapi yang perlu diperhatikan adalah munculnya sariawan yang menyebabkan anak tidak bisa makan dan minum serta muntah-muntah," katanya.
Read Full Article...>>>
Senin, 11 Mei 2009
Masyarakat Harus Ketahui Gejala Flu Singapura
Dinkes Depok Belum Teliti Kasus Flu Singapura
DEPOK- Dinas Kesehatan Kota Depok belum pernah melakukan penelitian khusus mengenai hand, foot, and
mouth disease atau yang lebih dikenal dengan flu singapura.
"Sepengetahuan saya, belum ada penelitian tentang itu," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Hardiono, di Depok, Rabu (15/4/2009).
Pasalnya, laporan penyakit ini juga tidak sebanyak kasus penyakit lain, seperti DBD atau flu burung. Meski demikian, pada 13 April lalu, petugas Dinkes telah melakukan pemeriksaan epidemologi di daeah Perumahan Bella Casa, Depok.
Pemeriksaan epidemologi tersebut dilakukan dengan melihat penderita untuk tegakkan diagnosis dan apabila perlu dilakukan pengambilan sampel darah.
Akan tetapi, karena semua penderita sudah sembuh, maka pengambilan sampel darah tidak perlu dilakukan."Karena sudah negatif, maka tidak ada tes darah," ujar Hardiono.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan penambahan kasus. Akan tetapi, jika ada laporan kasus, maka dalam waktu 1 x 24 jam, petugas Dinkes akan langsung turun ke lapangan untuk lakukan survei.
Hardiono menambahkan, penyakit ini tidak perlu ditakuti karena tidak terlalu membahayakan. "Cukup ditingkatkan daya tahan tubuh saja, anak akan sembuh," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah memerintahkan untuk dilakukannya penyuluhan dan penerangan tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh Puskesmas dan Posyandu kepada masyarakat.
Mengenai kecenderungan bahwa penyakit ini menyebar di Depok, ada kemungkinan karena mobilitas masyarakat di Depok yang tinggi. "Bisa jadi orangtuanya sering ke luar negeri lalu pulang ia dekat-dekat sama anaknya, jadi kena virus," tuturnya.
Read Full Article...>>>