Amien Rais saat berkunjung ke Pimpinan Ponpes Roudhlotul Ulum Pasuruan, Kiai Subadar, mengungkapkan sebuah humor yang pernah diceritakan Gus Dur kepadanya. Diungkapkannya, Gus Dur pernah bercerita bahwa seorang intelijen...
pernah jadi khatib salat Jumat.
Kok bisa? Karena khatib Jumat yang sebenarnya tak datang, sehingga takmir masjid meminta ada salah satu jamaah bersedia sebagai penggantinya. Lalu, si intel tersebut mengacungkan tangan. Dia lantas naik mimbar.
''Tahu apa yang dikatakan? Khatib itu kan mestinya ngomong: jamaah yang berbahagia dan diberkahi Allah SWT. Kenyataannya, dia salah omong. Sang khatib intel ini berkata: jamaah yang berbahaya,'' cerita Amien langsung disambut tawa seluruh peserta pertemuan, yang duduk bersila di karpet berwarna merah dan hijau. (mbs)
http://news.okezone.com
Read Full Article...>>>
Kamis, 04 Juni 2009
Saat Intel Jadi Khatib Salat Jumat
Rabu, 13 Mei 2009
Nonton Film Koq Bawa Diktat?
Ada pengalaman menarik dari kegiatan membaca Gus Dur yang diingat oleh Gus Mus. Suatu hari, Gus Dur dan Gus Mus sama-sama membaca buku di atas bus. Gus Dur kebetulan sudah selesai membaca, sedangkan Gus Mus belum.
''Gus Dur mengajak omong saya. Tapi.....
karena saya belum rampung membaca buku sampai titik, saya umbarno wae dia,'' tuturnya sembari tertawa.
Mengenai kegemaran Gus Mus menonton film, Gus Dur juga punya cerita. Gus Dur suatu hari memakai pakaian yang necis sekali di mata Gus Mus. Gus Dur yang jarang masuk kuliah itu tumben mengajak Gus Mus untuk berangkat kuliah bersama-sama dengan naik bus yang kebetulan ramai penumpang.
''Ketika mendekati kampus, baru kami mendapatkan tempat duduk,'' kenang Gus Mus.
Sesampainya di depan kampus, Gus Mus mengajak Gus Dur untuk turun. Namun Gus Dur malahan tidak mau turun dan mengajak terus naik bus. Alasannya cukup aneh ditelinga Gus Mus, sayang turun dari bus karena baru saja mendapatkan tempat duduk.
Akhirnya Gus Mus mengalah dan mengikuti Gus Dur. Ketika bus berjalan lagi hingga hampir mencapai gedung bioskop, Gus Dur malah mengajak turun. "Tak tahunya dia telah membawa dua tiket nonton film dan saya diajak. Kalau tahu begitu, mending tidak usah bawa diktat untuk kuliah. Nonton film kok bawa diktat," kata Gus Mus.
Read Full Article...>>>
Selasa, 12 Mei 2009
Kirim Hadiah Surah Fatihah
Ini adalah cerita tentang Kiai Fatah yang cerdik dan sering disebut sebagai "Godfather kelompok mafia intelektual" di sebuah daerah di Jawa Tengah. Dia cerdik...
dalam membuat pendapatnya paling unggul, disimak, dan seperti merangkum semua pembicara lain dalam setiap pertemuan, dengan cara bicara paling akhir.
Merek dagang Kiai Fatah yang sudah diketahui semua orang adalah angkat telunjuk dengan berkata, "Apa masih ada waktu buat saya? persis ketika acara akan diakhiri.
Suatu kali orang NU dan Muhammadiyah mengadakan pertemuan dan sempat bergurau memperdebatkan soal "hadiah" membacakan surat Al Fatihah kepada orang yang sudah meninggal. Apakah "kiriman" itu bisa sampai kepada sang arwah, seperti pos kilat yang menyampaikan paket ke suatu alam dalam kehidupan dunian? Apa dasar pendapat yang diikuti masing-masing pihak?
Yang dari Muhammadiyah tidak melihat "dalil yang dapat dipegang" dari Al Quran maupun hadis Nabi Muhammad, untuk menunjang kemungkinan kiriman via "pos akhirat" sampai ke tujuan di alam sana. Yang NU berpegang pada pendapat para ulama madzab yang empat, yang menerima kemungkinan seperti itu.
Pandangan Kiai Fatah? "Hadiah Fatihah tidak sampai ke alamatnya menurut Imam Syafii," kata Kiai Fatah. "Hadiah itu sampai menurut ketiga imam yang lain. Jadi kita ikuti suara mayoritas sajalah."
Gus Dur pun ikut komentar. "Sudah tentu kirimannya tidak segera sampai secepat pos kilat khusus karena tidak didukung oleh Imam Syafii," kata Gus Dur, "Tapi mereka toh sudah biasa dengan pola alon-alon asal kelakon? (pelan-pelan asal tercapai tujuannya)
Read Full Article...>>>
Minggu, 10 Mei 2009
Gus Dur, Bill Clinton, dan Jacques Chirac
Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-01. Kali ini dia mengundang Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia. Boleh dong, emangnya AS dan Perancis aja yg punya pesawat kepresidenan. Seperti biasa...
setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.
Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata: "Wah kita sedang berada di atas New York!"
Presiden Indonesia (Gus Dur): "Lho kok bisa tau sih?"
"Itu.. patung Liberty kepegang!", jawab Clinton dengan bangganya.
Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar. "Tau nggak... kita sedang berada di atas kota Paris!", katanya dengan sombongnya.
Presiden Indonesia: "Wah... kok bisa tau juga?"
"Itu... menara Eiffel kepegang!", sahut presiden Perancis tersebut.
Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat...
"Wah... kita sedang berada di atas Tanah Abang!!!", teriak Gus Dur.
"Lho kok bisa tau sih?" tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat.
"Ini... jam tangan saya ilang...", jawab Gus Dur kalem.
Read Full Article...>>>