Amien Rais saat berkunjung ke Pimpinan Ponpes Roudhlotul Ulum Pasuruan, Kiai Subadar, mengungkapkan sebuah humor yang pernah diceritakan Gus Dur kepadanya. Diungkapkannya, Gus Dur pernah bercerita bahwa seorang intelijen...
pernah jadi khatib salat Jumat.
Kok bisa? Karena khatib Jumat yang sebenarnya tak datang, sehingga takmir masjid meminta ada salah satu jamaah bersedia sebagai penggantinya. Lalu, si intel tersebut mengacungkan tangan. Dia lantas naik mimbar.
''Tahu apa yang dikatakan? Khatib itu kan mestinya ngomong: jamaah yang berbahagia dan diberkahi Allah SWT. Kenyataannya, dia salah omong. Sang khatib intel ini berkata: jamaah yang berbahaya,'' cerita Amien langsung disambut tawa seluruh peserta pertemuan, yang duduk bersila di karpet berwarna merah dan hijau. (mbs)
http://news.okezone.com
Read Full Article...>>>
Kamis, 04 Juni 2009
Saat Intel Jadi Khatib Salat Jumat
Selasa, 12 Mei 2009
Kirim Hadiah Surah Fatihah
Ini adalah cerita tentang Kiai Fatah yang cerdik dan sering disebut sebagai "Godfather kelompok mafia intelektual" di sebuah daerah di Jawa Tengah. Dia cerdik...
dalam membuat pendapatnya paling unggul, disimak, dan seperti merangkum semua pembicara lain dalam setiap pertemuan, dengan cara bicara paling akhir.
Merek dagang Kiai Fatah yang sudah diketahui semua orang adalah angkat telunjuk dengan berkata, "Apa masih ada waktu buat saya? persis ketika acara akan diakhiri.
Suatu kali orang NU dan Muhammadiyah mengadakan pertemuan dan sempat bergurau memperdebatkan soal "hadiah" membacakan surat Al Fatihah kepada orang yang sudah meninggal. Apakah "kiriman" itu bisa sampai kepada sang arwah, seperti pos kilat yang menyampaikan paket ke suatu alam dalam kehidupan dunian? Apa dasar pendapat yang diikuti masing-masing pihak?
Yang dari Muhammadiyah tidak melihat "dalil yang dapat dipegang" dari Al Quran maupun hadis Nabi Muhammad, untuk menunjang kemungkinan kiriman via "pos akhirat" sampai ke tujuan di alam sana. Yang NU berpegang pada pendapat para ulama madzab yang empat, yang menerima kemungkinan seperti itu.
Pandangan Kiai Fatah? "Hadiah Fatihah tidak sampai ke alamatnya menurut Imam Syafii," kata Kiai Fatah. "Hadiah itu sampai menurut ketiga imam yang lain. Jadi kita ikuti suara mayoritas sajalah."
Gus Dur pun ikut komentar. "Sudah tentu kirimannya tidak segera sampai secepat pos kilat khusus karena tidak didukung oleh Imam Syafii," kata Gus Dur, "Tapi mereka toh sudah biasa dengan pola alon-alon asal kelakon? (pelan-pelan asal tercapai tujuannya)
Read Full Article...>>>
Minggu, 10 Mei 2009
Gus Dur, Bill Clinton, dan Jacques Chirac
Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-01. Kali ini dia mengundang Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia. Boleh dong, emangnya AS dan Perancis aja yg punya pesawat kepresidenan. Seperti biasa...
setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.
Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata: "Wah kita sedang berada di atas New York!"
Presiden Indonesia (Gus Dur): "Lho kok bisa tau sih?"
"Itu.. patung Liberty kepegang!", jawab Clinton dengan bangganya.
Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar. "Tau nggak... kita sedang berada di atas kota Paris!", katanya dengan sombongnya.
Presiden Indonesia: "Wah... kok bisa tau juga?"
"Itu... menara Eiffel kepegang!", sahut presiden Perancis tersebut.
Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat...
"Wah... kita sedang berada di atas Tanah Abang!!!", teriak Gus Dur.
"Lho kok bisa tau sih?" tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat.
"Ini... jam tangan saya ilang...", jawab Gus Dur kalem.
Read Full Article...>>>
Kamis, 07 Mei 2009
Jin dan 3 Manusia
Menurut Gus Dur, pernah ada sebuah kapal berisi penumpang berbagai bangsa karam. Ada tiga orang yang selamat, masing-masing dari Prancis, Amerika dan Indonesia. Mereka terapung-apung di tengah laut dengan hanya mengandalkan sekeping papan.
Tiba-tiba muncul jin yang baik hati. Dia bersimpati pada nasib ketiga bangsa manusia itu, dan menawarkan jasa. "Kalian boleh minta apa saja, akan kupenuhi," kata sang jin. Yang pertama ditanya adalah si orang Prancis.
"Saya ini petugas lembaga sosial di Paris," katanya.
"Banyak orang yang memerlukan tenaga saya. Jado tolonglah saya dikembalikan ke negeri saya." Dalam sekejap, orang itu lenyap, kembali ke negerinya.
"Kamu, orang Amerika, apa permintaanmu?"
"Saya ini pejabat pemerintah. Banyak tugas saya yang terlantar karena kecelakaan ini. Tolonglah saya dikembalikan ke Washington."
"Oke," kata jin, sambil menjentikkan jarinya. Dan orang Amerika lenyap seketika, kembali ke negerinya.
"Nah sekarang tinggal kamu orang Indonesia. Sebut saja apa maumu."
" Duh, Pak Jin, sepi banget disini," keluh si orang Indonesia. "Tolonglah kedua teman saya tadi dikembalikan ke sini."
Zutt, orang Prancis dan Pria Amerika itu muncul lagi.
Read Full Article...>>>
Rabu, 06 Mei 2009
Membayangkan Serdadu Israel
Hampir tak ada negara yang rela ketinggalan mengikuti olimpiade. Acara empat tahunan itu merupakan salah satu cara promosi negara masing-masing. Dan tentu saja, peristiwa ini juga sangat bergengsi karena acara ini diliput oleh media massa semua negara peserta.
Wajarlah kalau setiap negara berusaha mengirimkan atlet terbaiknya, dengan harapan mereka bisa mendapat medali emas. Begitulah sambutan Presiden Gus Dur saat melepas tim Indonesia ke Olimpiade Sydney kala itu.
Gus Dur lalu bercerita tentang peristiwa yang pernah terjadi di Suriah. Pada waktu Olimpiade beberapa tahun lalu, tuturnya, kebertulan pelari asal Suriah memeperoleh medali emas. Sang pelari mampu memecahkan rekor tercepat dari pemenang sebelumnya. Bahkan selisih waktunya pun terpaut jauh.
Maka, ia langsung dikerubuti para wartawan karena punya nilai berita yang sangat tinggi. "Apa sih rahasia kemenangan Anda? tanya wartawan.
"Mudah saja" jawab si pelari Suriah, enteng. "Tiap kali bersiap-siap akan mulai, saya membayangkan ada serdadu Israel di belakang saya yang akan menembak saya."